RESTORASITV.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasangkayu bersama lintas sektor TNI,POLRI dan SATPOL PP turun membantu warga desa wilai Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, melakukan penyebrangan saat banjir. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang sehari harinya menyebrang sungai untuk beraktivitas.
Kepala BPBD Kabupaten Pasangkayu, Arhamuddin saat di konfirmasi mengatakan, tim BPBD bersama TNI, Polri dan Satpol PP turun bersama-sama ke Desa Wulai untuk membantu warga meyebrangi sungai saat banjir.
Selain membantu penyebrangan bagi warga tim gabungan juga mengangkut kendaraan bermotor masyarakat dengan cara di gotong menyebrangi sungai.
“Kami dari BPBD Kabupaten Pasangkayu bersama TNI Polri dan Satpol PP mengambil inisiatif membantu masyarakat Desa Wulai yang hendak menyeberang baik dari arah Desa randomayang menuju Desa Wulai atau yang sebaliknya. Ya kita menggotong kendaraan kendaraan bermotor yang hendak menyeberang.” Jelas Arhamuddin.
Untuk di ketahui, Wilayah Desa terbagi beberapa yang di bela oleh sungai. Sehingga ketika musim hujan tiba dan banjir datang aktivitas warga terhenti karena tidak bisa meyebrang.
Kondisi ini menjadi permasalahan masyarakat Wulai dan berlangsung bertahun-tahun karena tidak adanya jembatan penyeberangan.
Untuk itu sejumlah masyarakat berharap agar segera di bangun jembatan untuk memudahkan masyarakat beraktifitas meski air sungai naik. (rtv_Tim)
RESTORASITV.COM – Kepala Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasangkayu, Argamuddin, mengelar rapat dengan komunitas Penguatan Desa Tanggu Bencana di Desa Pangiang. Rapat di laksanakan di salah satu rumah warga, di Desa Pangiang Minggu, 7 Desember 2025.
Argamuddin yang di konfirmasi mengatakan bahwa, mengahadapi cuaca extrim di masa akhir tahun perlu berkolaborasi dengan masyarakat untuk mencegah dan melakukan antisipasi jika tiba-tiba ada musibah kebencanaan.
“Kita harus selalu siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana kapan saja. Oleh karena itu kita harus berkolaborasi dengan masyarakat salah satunya dengan komunitas kebencanaan di setiap desa.” jelasnya
Lanjut matan kepala Bapenda itu, kita akan berupaya membangun posko-posko dan membentuk komunitas bencana di di setiap desa hal ini dilakukan untuk memaksimalkan penyelamatan apabila tiba-tiba terjadi bencana alam.
Ia pun mengajak masyarakat untuk selalu siaga dan berusaha melakukan pencegahan terhadap penyebab terjadinya bencana seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak melakukan penebangan hutan secara brutal dan melakukan penanaman pohon. *(rtv-Tim)
