SEBATIK UTARA, RESTORASITV.COM – Masyarakat Pulau Sebatik mengikuti Pawai Obor dalam rangka menyemarakkan malam Ramadhan 1447 H. Star awal di mulai dari halaman PLBN Sebatik Utara dan berakhir di Halaman Astrada 88 Kecamatan Sebatik Timur.
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 06 Maret 2026 / 1447 H pukul 20.30 WITA dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam menyemarakkan syiar keagamaan di bulan suci Ramadan sekaligus mempererat kebersamaan antar warga.
Kegiatan pawai obor tersebut turut dihadiri oleh Kepala PLBN Sebatik Utara Hariman Latuconsina, S.STP, Kapolsek Sebatik Utara AKP Jounanda Kusno, S.I.K, Ketua TIDAR, para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda serta masyarakat dari berbagai wilayah di Pulau Sebatik.
Pawai obor berlangsung dengan penuh antusiasme masyarakat. Cahaya obor yang dibawa para peserta menjadi simbol semangat kebersamaan, persaudaraan, serta syiar keagamaan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan.
Plt Camat Sebatik Utara Zainal Abidinsyah, SE, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan pawai obor tidak hanya menjadi tradisi yang telah mengakar di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan serta kebersamaan antarwarga di Pulau Sebatik.
“Kegiatan pawai obor ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat yang sarat dengan nilai kebersamaan dan syiar keagamaan. Melalui kegiatan ini kita berharap semangat persatuan dan kerukunan masyarakat di Pulau Sebatik dapat terus terjaga,” ujarnya.
Ia juga menghimbau kepada seluruh peserta untuk tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama kegiatan berlangsung, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib hingga titik akhir di Halaman Astrada 88 Kecamatan Sebatik Timur.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat semakin mempererat hubungan silaturahmi antar masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial di Pulau Sebatik. *(rtv_Sahabuddin)
