SEBATIK, RESTORASITV.COM – Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Republik Indonesia melaksanakan kegiatan Peninjauan dan Observasi Lapangan ke Wilayah Kalimantan Utara, khususnya kawasan perbatasan Pulau Sebatik RI–Malaysia, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya DPN RI untuk melihat secara langsung kondisi kawasan perbatasan, menyerap aspirasi serta menghimpun berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan pertahanan, keamanan, pengelolaan perbatasan, pelayanan publik dan kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan.
Rombongan DPN RI terdiri atas Agato P.P. Simamora, S.H., M.H.; Brigjen TNI (Mar) Aris Mudian, M.M.; Kolonel Cke Asep Rudiantono, S.E., M.M.; dan Kolonel Adm. A. Hafifi, S.Ap.
Kegiatan diawali dengan penjemputan dan pendampingan rombongan oleh Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah, SE, atas undangan Danramil 009-02/Sebatik. Selanjutnya, rombongan melaksanakan silaturahmi dan diskusi bersama unsur pemerintah, TNI, Polri, pengamanan perbatasan, pengelola PLBN dan tokoh masyarakat di PLBN Sei Pancang.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, yakni Dandim Nunukan, Dansatgas Pamtas RI–Malaysia, dan Danlanal Nunukan.
Dari unsur Forkopimcam hadir Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah, SE; Kapolsek Sebatik Timur Iptu Didik Triastoro, S.I.K.; Waka Polsek Sebatik Timur Ipda Misni; Danramil 009-02/Sebatik Kapten Inf Eko Darianto; serta Kepala PLBN Sei Pancang Hariman L.
Turut hadir Dansatgasmar Kapten Marinir Ahmad Rizwan, S.Tr.Han; Danki Pamtas Pos Aji Kuning, serta tokoh masyarakat H. Rustam Jaya dan H. Zulkifli, SE.
DPN RI Tekankan Pentingnya Pertahanan dan Keamanan
Dalam sambutannya, Agato P.P. Simamora, S.H., M.H. menyampaikan bahwa pemahaman terhadap doktrin dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, khususnya yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan, merupakan hal mendasar dalam pelaksanaan peninjauan dan observasi lapangan di wilayah perbatasan.
Menurutnya, kunjungan DPN RI tidak hanya bertujuan melihat kondisi pertahanan dan keamanan secara langsung, tetapi juga untuk memperoleh gambaran faktual mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah di kawasan perbatasan.
Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah operasional PLBN Sei Pancang. DPN RI berupaya menghimpun berbagai persoalan dan kendala yang terdapat di kawasan PLBN sebagai bahan masukan dalam rangka penyelesaian permasalahan dan optimalisasi fungsi PLBN.
Selain itu, turut menjadi perhatian adalah penyesuaian garis batas yang berkaitan dengan masyarakat Sebatik. Berbagai kondisi dan dinamika masyarakat di wilayah perbatasan menjadi bagian dari informasi yang dihimpun dalam kegiatan observasi, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta kepentingan dan kedaulatan NKRI.
Pengoperasian PLBN Diharapkan Segera Terwujud
Dalam diskusi tersebut, Kepala PLBN Sei Pancang Hariman L. menyampaikan harapan agar pengoperasian PLBN dapat segera diwujudkan.
Optimalisasi operasional PLBN diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, mendukung aktivitas lintas batas secara resmi, aman dan tertib, serta memperkuat fungsi kawasan perbatasan sebagai pintu gerbang negara.
Kearifan Lokal Masyarakat Sebatik
Tokoh masyarakat H. Rustam Jaya menyampaikan pentingnya mengangkat dan memperhatikan kearifan lokal masyarakat Sebatik dalam pembangunan dan pengelolaan kawasan perbatasan.
Menurutnya, karakter sosial, budaya dan kearifan lokal masyarakat perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam setiap kebijakan, sehingga pembangunan kawasan perbatasan dapat berjalan selaras dengan kehidupan masyarakat setempat.
Aspirasi Pelintasan Resmi Melalui Sebatik
Sementara itu, tokoh masyarakat H. Zulkifli, SE menyampaikan aspirasi masyarakat agar dapat kembali tersedia pelintasan resmi melalui Sebatik seperti yang pernah berlangsung sebelumnya.
Ia menyampaikan bahwa saat ini pelintasan resmi di wilayah Kalimantan Utara lebih terpusat melalui Nunukan dan Tarakan. Karena itu, masyarakat Sebatik berharap adanya kebijakan yang dapat mengakomodasi kebutuhan pelintasan secara resmi, aman dan tertib.
Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan konektivitas serta pelayanan masyarakat di kawasan perbatasan.
Sinergitas TNI-Polri Jaga Keamanan Perbatasan
Dari aspek keamanan, Kapolsek Sebatik Timur Iptu Didik Triastoro, S.I.K. menyampaikan sejumlah persoalan terkait gangguan keamanan dan ketertiban yang pernah terjadi di wilayah perbatasan.
Melalui koordinasi dan sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat, berbagai persoalan tersebut dapat ditangani dan diselesaikan dengan baik.
Sinergitas lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan situasi yang kondusif di kawasan perbatasan RI–Malaysia.
Camat Usulkan Percepatan Infrastruktur Dasar
Dalam kesempatan tersebut, Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah, SE menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada DPN RI, khususnya terkait percepatan peningkatan pelayanan infrastruktur dasar di Pulau Sebatik.
Usulan tersebut meliputi peningkatan infrastruktur jalan, ketersediaan listrik, pelayanan air bersih, penguatan jaringan telekomunikasi, serta percepatan pengoperasian Pelabuhan PLBN Sei Pancang.
Menurut Camat, pemenuhan infrastruktur dasar merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan.
«“Kami berharap pembangunan infrastruktur dasar di Pulau Sebatik dapat dipercepat. Jalan, listrik, air bersih, telekomunikasi dan pelabuhan merupakan kebutuhan penting masyarakat. Pelabuhan PLBN Sei Pancang kami harapkan dapat segera difungsikan secara optimal sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan,” ujar Zainal Abidinsyah.»
Camat menambahkan bahwa penguatan pertahanan dan keamanan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan. Kehadiran negara di wilayah perbatasan tidak hanya diwujudkan melalui aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, konektivitas dan penguatan ekonomi masyarakat.
Peninjauan Pos Pantau AL dan Pos AL Sei Pancang
Usai melaksanakan silaturahmi dan diskusi, rombongan DPN RI melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi dan meninjau Pos Pantau AL serta Pos AL Sei Pancang.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah perbatasan, kesiapsiagaan unsur pertahanan dan keamanan, serta dinamika pengamanan kawasan perbatasan RI–Malaysia.
Kegiatan Peninjauan dan Observasi Lapangan DPN RI di Pulau Sebatik diharapkan dapat memberikan gambaran faktual mengenai kondisi kawasan perbatasan sekaligus menjadi bahan masukan dalam memperkuat kebijakan nasional terkait pertahanan, keamanan, pengelolaan perbatasan, pelayanan publik, konektivitas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui sinergitas pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi terkait dan masyarakat, Pulau Sebatik diharapkan semakin mampu menjadi beranda terdepan NKRI yang aman, maju, terhubung dan sejahtera.
*(rtv_SAHABUDDIN)
