SULSEL, RESTORASITV.COM – Di tengah duka dan kecemasan yang menyelimuti Nusa Tenggara Timur pasca gempa bumi beruntun, secercah harapan hadir dari Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ketua Pemuda Katolik Komisi Daerah (Komda) Sulawesi Selatan, Erika Tansil turun langsung ke lokasi terdampak bencana di Kabupaten Manggarai, NTT, Selasa 25 Agustus 2026 membawa gelombang solidaritas kemanusiaan.
Perjalanan kemanusiaan ini tidak luput dari medan yang berat. Akibat guncangan gempa yang terjadi secara berkala, sejumlah akses jalan terputus, memaksa tim menembus rute-rute yang menantang demi menjangkau para penyintas di sepanjang wilayah Manggarai.

Salah satu titik krusial yang dikunjungi adalah Klinik Panti Nirmala Manggarai, tempat di mana Suster Maria Dolorosa Misericordia menceritakan situasi yang memprihatinkan. Akibat gempa susulan yang terus menerus, fasilitas kesehatan tersebut mengalami krisis persediaan obat-obatan yang mendesak.
Kondisi darurat ini membuat para pasien terpaksa dievakuasi keluar ruangan demi keamanan.
Bahkan, sebuah insiden haru tercatat ketika seorang ibu harus melahirkan di dalam ambulans di tengah kepungan gempa susulan.
Selain fasilitas kesehatan, Erika Tansil bersama rombongan juga meninjau langsung kerusakan parah yang dialami oleh Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi – Karot, yang bangunan fisiknya hancur akibat guncangan gempa. “NTT Tidak Sendirian”
Erika Tansil disela-sela peninjauannya menegaskan bahwa, kehadiran mereka di NTT bukan sekadar mendistribusikan logistik, melainkan membawa pesan moral yang kuat bagi para korban.
“Kami membawa bantuan ini murni dari dana hasil gotong royong umat Katolik di wilayah Komda Sulsel. Kehadiran saya di NTT adalah untuk memberikan penguatan bahwa, NTT tidak sendirian. Saya datang untuk memberikan support moral,” sebut Erika pada media ini, Jumat (28/8/2026).
Dalam pesan emosionalnya untuk masyarakat NTT, Erika menyampaikan rasa duka dan solidaritas yang mendalam mewakili masyarakat Sulawesi Selatan.
“Di tengah kehilangan dan ketakutan, jangan pernah merasa sendiri. Dari Sulawesi Selatan, kami turut merasakan duka yang sedang saudara-saudara alami. Semoga setiap bantuan, sekecil apa pun, dapat menjadi tanda bahwa Indonesia hadir dan bahwa masih banyak hati yang peduli,” tuturnya penuh haru.
Erika Tansil menambahkan, gempa susulan dirasakannya saat sedang beristirahat menjelang Subuh.
Aksi nyata Pemuda Katolik Komda Sulsel ini menjadi bukti hidup bahwa semangat persaudaraan lintas wilayah mampu meruntuhkan jarak, menyalakan asa, dan menguatkan sesama di kala badai cobaan menerpa.
*(Megasari/Yustus)
