SULSEL, RESTORASITV.COM – Sejumlah masyarakat Toraja mendukung tindakan Kapolsek Tondon Nanggala AKP Mathius Pabane atas tindakan pencegahan terjadinya praktek judi di upacara kematian dengan cara hadir langsung di lokasi bersama dengan anggotanya.
“Kehadiran Kapolsek Tondon Nanggala di setiap upacara kematian dalam teritori hukumnya merupakan tindakan yang tepat untuk mencegah terjadinya judi sabung ayam dan judi lainnya, dan diharapkan pengamanan seperti ini dilakukan secara konsisten,” sebut Rombe salah seorang warga Nanggala.
Seperti pengamanan yang dilaksanakan di Lembang Tandung Nanggala Kecamatan Nanggala Kabupaten Toraja Utara (Torut) Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam rangkaian upacara Rambu Solo’ (kematian) yang dipimpin langsung AKP Mathius Pabane, Rabu (21/1/2026).
Rambu Solo’ adalah upacara adat kematian suku Toraja, yang bertujuan mengantar arwah ke alam baka (Puyo) sesuai kepercayaan leluhur
Kapolsek Tondon Nanggala, AKP Mathius Pabane mengungkapkan bahwa, dalam setiap kegiatan kemasyarakatan dalam hal ini acara adat rambu solo’, sangat perlunya kehadiran Polisi guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.
“Dalam kesempatan itu pula, kita (Kapolsek) mengimbau kepada keluarga yang berduka dan masyarakat sekitarnya agar tidak menyediakan tempat untuk para pelaku judi baik judi sabung ayam maupun judi lainnya,” ungkapnya.
Dengan hadir di tengah kegiatan atau acara tersebut, lanjut Kapolsek, setidaknya dapat memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, hubungan silaturahmi terjaga, sekaligus tindakan awal preventif pencegahan praktek judi sabung ayam atau judi lainnya.
“Pengamanan sendiri akan berlangsung hingga akhir acara, dimana acara Rambu Solo’ almarhumah Marthen Sipa’pa akan berlangsung hingga besok hari Kamis tanggal 22 Januari 2026,” jelas Kapolsek. *(rtv_Megasari/Yustus)
