RESTORASITV.COM – Fenomena dugaan penggalangan dana melalui kegiatan gocekan di Pura Wantilan Karang Siluman Cakra Negara, Kota Mataram kembali memicu kritik tajam terhadap aparat kepolisian setempat.
Kegiatan yang sebelumnya sempat dibubarkan oleh Polres Kota Mataram pada 2 Desember 2025 ini kini dikabarkan kembali beroperasi, menimbulkan pertanyaan serius tentang keseriusan penegakan hukum.
Menurut GS, warga setempat, ketegasan aparat penegak hukum dalam menindak pelanggaran ini sangat diragukan , karena diduga tidak peduli terhadap apa yang menjadi keluhan warga masyarakat .
“Seharusnya lokasi gocekan dibongkar permanen dan pelaku diproses secara hukum. Namun, faktanya, kegiatan ini tetap berlangsung tanpa konsekuensi jelas,” ujar GS.
Saat petugas datang ke lokasi, kegiatan sudah tidak ada, yang menimbulkan dugaan adanya kebocoran informasi atau tindakan formalitas semata.
Hal senada disampaikan IML, yang menilai penyelenggaraan gocekan hampir setiap hari sepanjang tahun di pura yang memiliki jadwal dan tata cara tertentu sangat tidak tepat.
,”Tradisi adat yang ada di pura ini disalahgunakan untuk kegiatan yang berpotensi merugikan dan melanggar aturan hukum sehingga harus dihentikan.” Tegasnya.
Kelemahan dalam penegakan hukum dan kurangnya pengawasan aparat di lingkungan Pura Wantilan Karang Siluman memicu kekecewaan dari masyarakat. Aparat kepolisian diminta untuk segera mengambil tindakan tegas dalam menghentikan kegiatan gocekan sekaligus memproses pihak-pihak yang terlibat secara hukum.
GS menambahkan, “Penanganan gocekan selama ini hanya memenuhi kewajiban formal, bukan penertiban yang serius. Hari ini dibubarkan, minggu depan buka lagi. Integritas kepolisian setempat perlu dipertanyakan.”
Ia mengancam, jika aparatur kepolisian tidak bertindak tegas, warga tidak segan melaporkan kasus ini langsung ke Mabes Polri. Kondisi ini memerlukan perhatian serius agar tradisi dan aturan adat di Pura Wantilan tetap dijaga tanpa disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kapolsek Sandubaya belum dapat memberi konfirmasi hingga berita ini itayangkan . *(rtv_H.Misran(
