SULSEL, RESTORASITV.COM – Guna meningkatkan skill dan Pengetahuan di Era Digital, Media Pedomanrakyat bersama Dewan Pers dan PWI Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menggelar Bimbingan Tekhnik Jurnalistik kepada para Jurnalis yang sudah tua dan jajaran redaksi Pedomanrakyat yang bertugas meliput di wilayah Kota Makassar dan Sulsel.
Semangat kebersamaan dan profesionalitas mewarnai hasil rapat persiapan perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Pedoman Rakyat yang digelar di Virendy Cafe, Jalan Pettarani No. 72, samping Universitas Wira Bakti, Makassar, Senin 16/02/2026 lalu.
Hal tersebut diungkapkan James Wehantouw, Direktur Utama Pedomanrakyat Rapat pada media ini, Kamis 19 Februari 2027 mengatakan bahwa, momentum bersejarah 1 Maret 1947-1 Maret 2026 akan dipusatkan di lokasi yang sama, dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya bernuansa silaturahmi, tetapi juga penguatan kapasitas jurnalistik.
Memasuki usia ke-79 tahun, Pedomanrakyat ingin menegaskan kembali komitmennya sebagai media yang lahir dari semangat perjuangan dan konsisten menjaga Idealisme Pers. Karena itu, perayaan tahun ini dirancang lebih bermakna, menggabungkan tradisi kebersamaan Ramadhan dengan peningkatan kompetensi wartawan di era digital.
” Kegiatan ini bukan hanya Wartawan Pedomanrakyat yang akan ikuti tapi terbuka bagi para wartawan lainnya, dengan bimbingan tekhnis jurnalistik kita tingkatkan profesionalisme para jurnalis,” sebut James panggilan akrab Direktur Utama Pedomanrakyat.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, bagaimana seorang Jurnalis saat melakukan peliputan dengan berpedoman yang sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik di dalam penulisan berita.
Lanjut James bahwa,” kegiatan bimtek jurnalis nantinya untuk meningkatkan dan menajamkan nalar seorang jurnalis biar usia sudah menua, tetapi semangat mengabdi untuk publik harus tetap menyala,” sebutnya, seraya menambahkan bahwa, wartawan dalam sebuah penulisan berita harus menjunjung kaidah dan kode etik jurnalistik.
Rangkaian kegiatan akan dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026, dengan pertandingan domino. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat solidaritas antar karyawan, mitra, dan sahabat Pedoman Rakyat dalam suasana santai namun penuh keakraban.
Domino dipilih bukan sekadar permainan, tetapi simbol kekompakan dan strategi, dua hal yang juga dibutuhkan dalam dunia jurnalistik.
Puncak perayaan digelar pada Minggu, 1 Maret 2026, bertepatan dengan hari lahir Pedoman Rakyat. Acara diawali dengan Bimbingan Teknik (Bimtek) Jurnalistik bertema “Profesionalitas Wartawan di Era Digital.”
Sejumlah narasumber kompeten dijadwalkan akan hadir yakni,
Prof. DR. Mas’ud Muhammadiyah membawakan materi tentang “Diksi Dalam Penulisan Berita.”
Ia menekankan pentingnya pilihan kata yang tepat, lugas, dan bertanggung jawab.
” Diksi bukan hanya soal estetika, tetapi juga akurasi dan etika,” ungkapnya, mengingatkan bahwa satu kata bisa mengubah makna dan persepsi publik.
Ir. Suwardi Tahir, penguji UKW Dewan Pers, akan mengulas standar kompetensi wartawan. Ia menegaskan bahwa profesionalitas bukan hanya gelar, melainkan sikap konsisten dalam verifikasi, keberimbangan, dan independensi.
Sementara, DR. Dahlan Abubakar membedah teknik penulisan berita yang tajam namun tetap humanis. Ia mengajak wartawan untuk tidak sekadar menulis fakta, tetapi juga menghadirkan konteks dan nilai kemanusiaan di dalamnya.
Dan Ir. Abd Manaf Rahman akan memaparkan aturan baru Pers hasil konvensi media massa pada peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Serang, Banten. Ia mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap regulasi dan perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan kode etik jurnalistik.
Menariknya, Bimtek ini tidak hanya diperuntukkan bagi wartawan Pedoman Rakyat, tetapi juga terbuka bagi wartawan dari berbagai media. Ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi ilmu dan memperkuat kualitas Pers adalah tanggung jawab bersama.
Bimtek ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan profesionalitas wartawan, di tengah derasnya arus informasi dan tantangan disrupsi digital.
Setelah sesi Bimtek nantinya, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama sebagai wujud syukur atas perjalanan panjang Pedoman Rakyat selama hampir delapan dekade. Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara insan pers, mitra kerja, tokoh masyarakat, dan seluruh keluarga besar Pedoman Rakyat.
Perayaan 79 tahun Pedomanrakyat, ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi penegasan bahwa Pedomanrakyat tetap berdiri tegak sebagai media yang adaptif terhadap perubahan zaman, tanpa meninggalkan akar nilai-nilai perjuangan dan etika pers.
Dari meja rapat di Virendy Cafe, tekad itu diteguhkan: memasuki usia ke-79 tahun, Pedomanrakyat ingin terus menjadi penuntun arah, menjaga marwah profesi wartawan, dan tetap relevan di tengah lanskap media yang terus berubah.
Sekadar diketahui bahwa, profesi seorang Jurnalis harus mengedepankan kode etik jurnalistik dan hati nurani yakni, pencarian kebenaran, berpihak kepada masyarakat yang mengacu pada kepentingan publik, disiplin, akurat, cek and balance, independen, dan lainnya.
Untuk itu wartawan/jurnalis jangan ego dan jangan cengeng untuk kepentingan pribadi, karena dilapangan banyak pengaduan akibat kelakuan para jurnalis.*(rtv_Megasari/Yustus)
