RESTORASITV.COM – GSJA Petra Saluraya menggelar Ibadah Perayaan Natal dengan tema “Allah Hadir di Tengah Keluarga” pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Dusun Saluraya, Desa Gunungsari, Kabupaten Pasangkayu. Ibadah Natal ini berlangsung dalam suasana penuh sukacita, damai, dan kebersamaan, yang dihadiri oleh seluruh jemaat serta para undangan.
Rangkaian ibadah dipandu oleh Bapak Antonius Lolo Allo, S.Pd.K, selaku pembawa acara. Dalam pembukaan, beliau menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa syukur atas kesempatan bagi jemaat untuk merayakan Natal bersama dalam kasih dan persekutuan yang indah.
Pujian dan penyembahan dipimpin oleh Ibu Serlina Busang, yang membawa jemaat masuk dalam suasana ibadah yang khusyuk, penuh pengurapan, dan penghayatan akan makna Natal yang sejati. Melalui pujian-pujian yang dinaikkan, jemaat diajak untuk memuliakan Tuhan dan mempersiapkan hati menerima Firman-Nya.
Firman Tuhan disampaikan oleh Ibu Pdt. Mariani Sitorus, S.Pd.K., S.Th. Dalam khotbah Natalnya, beliau menegaskan bahwa kehadiran Yesus Kristus membawa pemulihan, damai sejahtera, dan pengharapan bagi setiap keluarga. Jemaat diajak untuk membuka hati dan rumah tangga agar Allah sungguh hadir dan memerintah dalam kehidupan keluarga Kristen.
Ayat utama yang menjadi dasar perenungan adalah:
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.”
(Matius 1:23)
Dalam pendahuluan khotbah, disampaikan bahwa Natal bukan sekadar perayaan simbolik seperti pohon Natal, lampu hias, atau pemberian hadiah. Natal adalah peristiwa agung ketika Allah sendiri turun ke dunia dan memilih hadir melalui sebuah keluarga sederhana, yaitu keluarga Yusuf dan Maria. Dari peristiwa ini, jemaat diingatkan bahwa keluarga adalah tempat pertama Allah menyatakan karya keselamatan-Nya.
Pokok-Pokok Khotbah Natal
1. Allah Hadir dalam Keluarga Sederhana (Lukas 2:6–7) Yesus tidak lahir di istana atau rumah orang kaya, melainkan di kandang domba.
Hal ini menegaskan bahwa nilai sebuah keluarga tidak diukur dari status sosial atau harta, melainkan dari kesediaan memberi ruang bagi Tuhan. Diilustrasikan seperti listrik yang sederhana namun mampu menerangi seluruh rumah, demikian pula kehadiran Tuhan sanggup menghidupkan keluarga dalam kondisi apa pun.
2. Keluarga Natal Belajar Taat Meski Tidak Mengerti Segalanya
(Matius 1:19–24; Lukas 1:38)
Maria dan Yusuf menunjukkan ketaatan yang luar biasa meskipun harus menghadapi risiko, stigma sosial, dan perubahan besar dalam hidup mereka. Ketaatan sering kali mendahului pengertian, dan melalui ketaatan itulah berkat serta rencana Tuhan dinyatakan dalam keluarga.
3. Keluarga Natal Tetap Kuat di Tengah Penolakan dan Kesulitan
(Lukas 2:7; Matius 2:13–15)
Kisah Natal bukanlah kisah yang mudah. Tidak adanya tempat penginapan, ancaman Herodes, hingga pelarian ke Mesir menjadi bagian dari perjalanan keluarga kudus. Namun Tuhan setia menyertai keluarga yang percaya. Keluarga Kristen dibentuk bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi untuk tetap setia di tengah tekanan dan tantangan hidup.
4. Keluarga Natal Menjadi Saluran Keselamatan (Lukas 2:10–11) Melalui satu keluarga sederhana, keselamatan dinyatakan bagi seluruh dunia. Demikian pula setiap keluarga Kristen dipanggil untuk menjadi berkat, terang, dan kesaksian bagi lingkungan sekitarnya.
Dalam penutup khotbah, ditegaskan bahwa Yesus tidak hanya lahir di Betlehem, tetapi rindu lahir dan hadir di tengah-tengah keluarga masa kini—melalui doa bersama, sikap saling mengampuni, komunikasi yang membangun, serta kasih yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Natal menjadi momentum pembaruan iman dan kehidupan keluarga Kristen.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Natal, Bapak Nobi, menyampaikan sambutan Natal sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, jemaat, dan para undangan yang telah mendukung terselenggaranya Perayaan Natal GSJA Petra Saluraya.
Sambutan juga disampaikan oleh Bapak Markus, Kepala Dusun Saluraya, yang mengapresiasi peran gereja dalam membangun kehidupan rohani dan sosial masyarakat. Beliau mengajak jemaat untuk hidup seperti lilin yang rela berkorban demi menerangi kegelapan, serta mengilustrasikan ketaatan Nuh yang tetap membangun bahtera meskipun menghadapi ejekan dan penolakan.
Secara khusus, Panitia Natal dan seluruh jemaat GSJA Petra Saluraya bersama Gembala Sidang Pdt. Effendy Laoh, S.Th., menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT Pasangkayu dan Astra Agro Lestari, khususnya kepada ADM dan CDO PT Pasangkayu, Bapak Juanda Syah Putra, atas bantuan berupa timbunan untuk gereja GSJA Petra Saluraya. Bantuan tersebut menjadi berkat besar bagi kelancaran pelayanan dan pembangunan gereja.
Perayaan Natal ini menjadi momen yang penuh makna bagi jemaat GSJA Petra Saluraya, mempererat persekutuan, serta meneguhkan iman bahwa Allah sungguh hadir dan bekerja di tengah-tengah keluarga dan jemaat-Nya. *(rtv)
