RESTORASITV.COM – Aksi baku parang terjadi di lokasi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beralamat di Kecamatan Rio Pakava, Lalundu, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Jumat (6/2).
Insiden ini diduga dipicu oleh aksi sekelompok massa yang mengaku memiliki lahan wilayah perkebunan sawit di wilayah itu.
Berdasarkan informasi yang dimpun, aksi massa dipimpin oleh oknum Kepala Desa asal Sulawesi Barat, bernama Sukma. Mereka memasuki areal tanam perusahaan dan melakukan pemanenan buah sawit tanpa izin.
Sukma diduga menggerakkan sekitar 100 orang untuk masuk ke dalam kawasan perkebunan, yang kemudian berujung ricuh setelah petugas keamanan perusahaan berupaya menghentikan kegiatan yang dinilai sebagai pencurian buah sawit tersebut.
Sekitar pukul 11.30 Wita, bentrokan terjadi antara massa aliansi dan tim pengamanan perusahaan. Bentrokan diawali dengan aksi massa aliansi yang diduga melempari tim pengamanan menggunakan batu sehingga memaksa petugas keamanan bertahan dan berupaya menyelamatkan diri.
Situasi semakin memanas ketika massa aliansi mulai menggunakan senjata tajam dalam penyerangan terhadap tim pengamanan perusahaan. Akibat dari aksi tersebut, tiga orang petugas keamanan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Menurut, manajemen Perusahaan Sawit, Hana mengatakan, ada tiga orang Security Perusahaan yang mengalami luka-luka akibat terkena senjata tajam. Ketiganya di larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pasangkayu untuk mendapatkan perawatan.
Hana menambahkan, pihak perusahaan merespon kejadian tersebut secara persuasif dan tidak ada upaya untuk membalas.
“Dari kemarin pas kejadian perusahaan bersikap persuasif, tidak ada indikasi untuk membalas, kemarin kami ambil langkah untuk bertahan saja.” Jelasnya saat di hubungi via WhatsApp, (7/2/2026).
Sementara itu, salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian mengungkapkan bahwa massa aliansi datang secara berkelompok dan menunjukkan sikap agresif sehingga menimbulkan perlawanan dari pihak keamanan perusahaan.
“Mereka datang ramai-ramai, langsung masuk ke kebun dan memanen. Waktu ditegur security, suasana langsung panas. Ada yang lempar batu, ada juga yang bawa senjata tajam,” ujar warga tersebut yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Ia menambahkan, situasi di lokasi kejadian sempat mencekam dan membuat warga sekitar takut untuk mendekat.
“Kami warga tidak berani mendekat karena takut terkena imbas. Kejadiannya cepat tapi brutal,” katanya.
Hingga kini petugas dari satuan polres Pasangkayu dan Kodim 1427 Pasangkayu bersama Anggota Polsek Rio Pakava masih berjaga di lokasi guna mencegah terjadinya Bentrokan susulan *(rtv_tim)
