MAMUJU, RESTORASITV.COM – Pencegahan radikalisme dan intoleransi tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum dan penguatan wawasan kebangsaan. Menurut Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, upaya tersebut harus dimulai dari pembinaan hati dan karakter setiap individu.
Pesan itu disampaikan Kapolda Sulbar saat membuka kegiatan pembinaan personel tentang pencegahan paham radikalisme dan intoleransi di Aula Marannu Mapolda Sulbar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polda Sulbar dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga persatuan, serta membangun personel Polri yang profesional, humanis, dan berintegritas.
Dalam arahannya, Kapolda mengajak seluruh peserta untuk melihat persoalan radikalisme dari sudut pandang yang lebih mendasar. Menurutnya, benih radikalisme dan intoleransi sering kali tumbuh bukan semata karena perbedaan, tetapi berawal dari kesombongan hati yang membuat seseorang merasa paling benar dan paling unggul dibanding orang lain.
“Ketika seseorang merasa dirinya paling benar, paling suci, atau paling hebat, saat itulah ruang untuk menghargai orang lain mulai tertutup. Dari kondisi inilah intoleransi dan radikalisme dapat tumbuh,” ujar Kapolda.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya mengambil hikmah dari sejarah. Ia mencontohkan bahwa kesombongan merupakan sifat yang dapat menghancurkan, sehingga setiap manusia perlu senantiasa menjaga hati dengan kerendahan, keikhlasan, dan rasa syukur.
Menurutnya, ukuran kebersihan hati dapat dilihat dari kepedulian terhadap sesama. Hati yang masih hidup akan tergerak ketika melihat orang lain mengalami kesulitan, sementara hati yang dipenuhi kesombongan akan kehilangan empati dan kepedulian.
Karena itu, Kapolda mengajak seluruh personel menjadikan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud ibadah yang dilandasi ketulusan, kasih sayang, dan semangat melayani tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan.
“Merawat hati yang bersih adalah benteng pertama untuk mencegah lahirnya kebencian. Ketika hati dipenuhi kerendahan hati dan kasih kepada sesama, maka persatuan akan terjaga, toleransi akan tumbuh, dan kedamaian akan menjadi kekuatan bangsa,” pesannya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Polda Sulbar berharap seluruh personel semakin memahami bahwa menjaga keamanan bukan hanya melalui tindakan di lapangan, tetapi juga melalui keteladanan akhlak, sikap saling menghormati, serta semangat merawat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
*(rtv_Fen Laoh/rls)
