SEBATIK, RESTORASITV.COM – Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di wilayah perbatasan, tepatnya di Perairan Ambalat, Perairan Sebatik, Senin (17/8/2026).
Upacara dilaksanakan di atas KRI Nala-363 dan dipimpin oleh Komandan Guspurla Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono, S.H., M.Han. Pelaksanaan upacara di wilayah perairan perbatasan menjadi simbol kehadiran negara sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan Juni Mardiansyah, A.P., Danlanal Nunukan Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi, S.E., M.Tr.Opsla, Kepala Kantor Imigrasi Nunukan Adrian Soetrisno, A.Md.Im., S.H., M.Si., Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Batalyon Kavaleri 13/Satya Lembuswana (Yonkav 13/SL) Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana, S.I.P., M.I.P., jajaran Pejabat Utama Polres Nunukan, serta Pengurus Baznas Kabupaten Nunukan.
Turut hadir unsur pertahanan dan pengamanan wilayah Sebatik, yakni Danposal Sei Nyamuk, Danposal Sei Pancang, serta Dansatgas Marinir Pam Puter XXX Sebatik Kapten Marinir Ahmad Rizwan, S.Tr.Han.
Dari unsur Forkopimcam Sebatik hadir Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah, SE, perwakilan Camat Sebatik Utara, Kapolsek Sebatik Timur Iptu Didik Triastoro, S.H., M.H., serta Danramil 0911-02/Sebatik Kapten Inf. Eko Darianto.
Kegiatan juga dihadiri tokoh masyarakat Sebatik, di antaranya H. Nuardi, SE (H. Momo) dan H. Rustam Jaya.
Teguhkan Kedaulatan di Wilayah Perbatasan
Dalam amanatnya, Laksma TNI Endra Hartono menyampaikan bahwa wilayah perbatasan memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Perairan Ambalat menjadi pengingat bahwa menjaga kedaulatan negara merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat harus terus diperkuat untuk menciptakan wilayah perbatasan yang aman, tertib dan kondusif.
Masyarakat perbatasan juga memiliki peran penting sebagai bagian dari kekuatan bangsa. Karena itu, masyarakat diharapkan turut menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan dan segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Cegah Praktik Ilegal di Perairan Sebatik
Dalam amanatnya, Laksma TNI Endra Hartono juga menekankan pentingnya menjaga keamanan wilayah perairan Sebatik dari berbagai praktik ilegal yang dapat merugikan masyarakat maupun negara.
Pengawasan dan koordinasi antarlembaga perlu terus ditingkatkan untuk mencegah aktivitas yang berpotensi melanggar hukum di wilayah perairan perbatasan.
Masyarakat, khususnya yang melakukan aktivitas di laut, diimbau untuk menaati ketentuan dan peraturan yang berlaku serta tidak terlibat dalam kegiatan ilegal.
Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, instansi terkait, nelayan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah perairan Sebatik.
Bijak Bermedia Sosial dan Tidak Mudah Terprovokasi
Laksma TNI Endra Hartono juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diminta untuk melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, mengecek sumbernya dan menyaring sebelum membagikan.
Berita hoaks maupun informasi yang sengaja dipelintir dapat menimbulkan keresahan dan memicu perpecahan. Karena itu, masyarakat diharapkan menggunakan media sosial secara cerdas, santun dan bertanggung jawab.
Media sosial hendaknya dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi, persatuan dan kerukunan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan.
Camat Sebatik Timur Apresiasi Pelaksanaan Upacara
Sementara itu, Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah, SE, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Perairan Ambalat.
Menurut Zainal, pelaksanaan upacara di wilayah perairan perbatasan memiliki makna yang sangat kuat bagi masyarakat Sebatik.
“Upacara di Perairan Ambalat ini bukan sekadar seremoni. Ini merupakan simbol semangat nasionalisme dan bentuk nyata kecintaan kita terhadap NKRI. Dari wilayah perbatasan, kita menegaskan bahwa Sebatik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia,” ujar Zainal.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sebatik untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kerukunan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Keamanan perbatasan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga persatuan, bijak bermedia sosial dan bersama-sama mencegah praktik ilegal yang dapat merugikan masyarakat maupun negara,” tambahnya.
Zainal menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, Forkopimda, Forkopimcam, instansi terkait, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perbatasan.
Dari Perairan Ambalat, Semangat Kemerdekaan Diteguhkan
Pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di atas KRI Nala-363 di Perairan Ambalat Sebatik menjadi momentum memperkuat nasionalisme sekaligus mempertegas komitmen bersama menjaga kedaulatan NKRI.
Kehadiran unsur pemerintah, TNI-Polri, aparat pengamanan perbatasan, instansi terkait dan tokoh masyarakat menunjukkan kuatnya sinergi dalam menjaga wilayah terdepan Indonesia.
Dari Perairan Ambalat Sebatik, semangat kemerdekaan terus dikobarkan: menjaga kedaulatan, menjaga keamanan, menjaga persatuan dan bersama membangun wilayah perbatasan yang aman, maju dan sejahtera.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. *(SAHABUDDIN(
