SULSEL, RESTORASITV.COM – Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PP PMTI), Dating Palembangan menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara Gereja Toraja dan PMTI sebagai fondasi dalam membangun kehidupan iman, mempererat persatuan, serta melestarikan budaya Toraja di tengah perkembangan zaman dan digitalisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat mewakili Ketua Umum PP PMTI, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, dalam Sidang Sinode Am (SSA) XXVI Gereja Toraja yang berlangsung di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu 12 Juli 2026.
Dating Palembangan kepada media ini melalui WhatsApp menyampaikan bahwa, salam, Shalom, Sola Gratia, Salama’ Sitammu Lan Kamamaliran Lako Kita Sola Nasang,” sebelum menyapa Ketua Umum Sinode Gereja Toraja, Badan Pekerja Sinode, para pendeta, majelis sinode, utusan jemaat dari berbagai klasis, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh peserta sidang.
Ia menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya Sidang Sinode Am XXVI yang mengangkat tema “Teguh Dalam Kebenaran, Bertumbuh Dalam Kasih” (Efesus 4:15).
Menurut Dating panggilan akrabnya Sekjen PP PMTI bahwa, tema tersebut sangat relevan dalam menjawab tantangan pelayanan gereja di era yang terus berkembang ini.
Ia menilai Gereja Toraja dan PMTI merupakan dua “tongkonan” besar yang memiliki fungsi berbeda, namun saling melengkapi dalam membangun masyarakat Toraja.
“Gereja menjaga iman dan moral, sementara PMTI menjaga persatuan, budaya, dan kepedulian sosial orang Toraja di mana pun berada, dari Toraja hingga ke seluruh Indonesia,” sebutnya.
Ia menegaskan bahwa, masyarakat Toraja tidak akan berkembang secara utuh apabila hanya mengandalkan kekuatan budaya tanpa fondasi iman yang kokoh. Sebaliknya, iman harus diwujudkan dalam tindakan kasih yang nyata melalui pelayanan kepada sesama.
Menurutnya, makna “Teguh Dalam Kebenaran” adalah berpegang teguh pada Firman Tuhan dan pengakuan iman Gereja Toraja sebagai kompas dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.
Sementara “Bertumbuh Dalam Kasih” diwujudkan melalui pelayanan diakonia, peningkatan kualitas pendidikan, pembinaan generasi muda, serta menjaga kerukunan dalam keluarga dan kehidupan bermasyarakat.
Dikesempatan tersebut, PP PMTI juga menyatakan komitmennya mendukung hasil-hasil Sidang Sinode Am XXVI melalui tiga program utama yakni, penguatan iman generasi muda melalui program beasiswa, pembinaan, dan rumah singgah; peningkatan pelayanan diakonia melalui sinergi dengan lembaga sosial Gereja Toraja bagi jemaat yang terdampak bencana maupun mengalami kesulitan ekonomi; serta pelestarian budaya Toraja yang berlandaskan nilai-nilai Injil.
Dating mengajak seluruh peserta sidang menjadikan forum tersebut tidak hanya sebagai agenda pemilihan pengurus sinode yang baru, tetapi juga sebagai momentum evaluasi, pembaruan pemikiran, serta lahirnya berbagai inovasi untuk memajukan pelayanan Gereja Toraja.
“Kita harus bersatu, bergerak bersama, berdialog, ber argumentasi secara sehat, dan terus berinovasi demi pengembangan Gereja Toraja yang kita cintai,” ujarnya.
Ia meyakini bahwa gereja yang kuat akan melahirkan masyarakat Toraja yang kuat, sekaligus membawa nama Toraja semakin dikenal sebagai daerah yang memberi berkat bagi banyak orang.
Dating menyampaikan dukungan penuh terhadap seluruh proses dan keputusan Sidang Sinode Am XXVI. Ia berharap Roh Kudus menuntun setiap peserta sidang dalam menghasilkan keputusan yang membawa kemuliaan bagi Tuhan serta kemajuan bagi Gereja Toraja dan masyarakat.
*(Megasari/Yustus)
