MAMASA, RESTORASITV.COM – Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Exousia Sumarorong yang beralamat di Dusun Rantekamase, Desa Rantekamase, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, resmi diresmikan dan ditahbiskan dalam ibadah yang berlangsung penuh sukacita pada Jumat (10/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah, tokoh masyarakat, Kementerian Agama, TNI, pengurus BPDA GSJA Sulawesi Barat, jemaat, serta tamu undangan dari berbagai wilayah. Acara juga dirangkaikan dengan pelantikan PI yang bergabung dalam organisasi GSJA serta serah terima pelayanan gereja kepada BPDA GSJA Sulawesi Barat.
Ketua BPDA GSJA Sulawesi Barat, Pdt. Jemmy Kairupan, S.Th, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terbangunnya gedung gereja yang menjadi tempat ibadah bagi jemaat di wilayah Sumarorong. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan GSJA Exousia Sumarorong dapat terlaksana berkat dukungan penuh dari Yayasan Harapan Bangsa Lentera Mandiri (HBLM).
Menurutnya, sejak proses pembelian lahan hingga pembangunan gedung gereja selesai, seluruh pembiayaan ditanggung 100 persen oleh HBLM sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan dan pengembangan gereja di wilayah Sumarorong.
“Kami sangat bersyukur karena Tuhan memakai Yayasan HBLM untuk menjadi saluran berkat. Mulai dari pembelian tanah hingga pembangunan gedung gereja ini dapat terwujud melalui dukungan penuh HBLM sehingga jemaat kini memiliki tempat ibadah yang layak,” ujar Pdt. Jemmy Kairupan.
Perwakilan Yayasan Harapan Bangsa Lentera Mandiri (HBLM), Maikel Derek, menjelaskan bahwa yayasan tidak hanya mendukung pembangunan rumah ibadah, tetapi juga berkomitmen bekerja sama dengan pemerintah dalam berbagai program sosial kemasyarakatan.
“Kami hadir bukan hanya untuk membantu pembangunan gereja, tetapi juga mendukung program pendidikan, membuka rumah belajar, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta ikut berkontribusi dalam penanganan persoalan sosial seperti gizi buruk. Gereja harus menjadi garam dan terang bagi dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Kristen Kementerian Agama Kabupaten Mamasa, di wakili Agus Manggesa, mengingatkan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang baik antara gereja dan pemerintah.
Ia mengajak seluruh pelayan dan jemaat untuk terus menjaga kebersamaan serta menjalin sinergi dengan Kementerian Agama maupun pemerintah daerah dalam setiap kegiatan pelayanan.
“Gereja harus bersinergi dengan pemerintah. Bangun komunikasi dan silaturahmi yang baik sehingga setiap kegiatan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, pelayanan gereja akan semakin berkembang dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitar,” katanya.
Hal senada disampaikan Babinsa Sumarorong, Serma Agus dari Koramil 1428-03/Sumarorong, yang hadir mewakili Danramil. Ia menegaskan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara gereja, pemerintah, dan masyarakat.
“Kami berharap komunikasi dan kerja sama yang baik terus dibangun. Gereja memiliki peran penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera,” ujarnya.
Peresmian gereja ditandai dengan pengguntingan pita oleh perwakilan pemerintah sebelum dilanjutkan dengan ibadah pentahbisan. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jemmy Kairupan, S.Th yang mengangkat nats dari Amos 5:4-6 dengan tema “Carilah Aku Maka Kamu Akan Hidup.”
Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaat untuk senantiasa mencari Tuhan, hidup dalam ketaatan kepada firman-Nya, dan menjadikan gereja sebagai pusat pembinaan iman yang membawa perubahan bagi masyarakat.
Ibadah berlangsung khidmat di bawah penggembalaan Pdt. Rosmiaty Makkuba, serta menjadi momentum bersejarah bagi perkembangan pelayanan GSJA Exousia Sumarorong di Kabupaten Mamasa.
*(rtv_Fen Laoh)
