SULSEL, RESTORASITV.COM – Anggota DPR RI Eva Stevany Rataba mewakili teman-teman Magister ke-44 dan wisuda sarjana ke-68 Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar di Ballroom Anging Mammiri Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu kemarin 2 September 2026, memberikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-63 serta Wisuda Sarjana ke-68 dan Magister ke-44 Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar di ballroom Anging Mammiri Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Eva Stevany Rataba pada media ini, Sabtu (5/9/2026) mewakili teman-temannya di kesempatan tersebut menekankan bahwa, pentingnya transformasi pendidikan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, berkarakter, dan mampu bersaing di era kecerdasan buatan.
Di kesempatan itu juga mengikuti prosesi wisuda Program Magister Ilmu Hukum UKI Paulus Makassar dan Ketua Pemuda Katolik Komda Sulsel Erika Tansil, Rinto suami dari ibu Eva di Magister Tehnik Sipil dan ibu Megasari Angky Bunga di Magister Tehnik Mesin, guru di SMK Negeri Pangli Toraja Utara.
Di kesempatan itu, Eva membawakan pidato ilmiah dengan tema “Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045: Menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul, Adaptif, Berkarakter dan Berdaya Saing di Era Kecerdasan Artifisial.”
Menurutnya, perubahan teknologi berlangsung sangat cepat.
Teknologi kata dia, kini tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, tetapi telah menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dan penciptaan nilai.
“Konsekuensinya bagi pendidikan tinggi sangat jelas. Universitas tidak cukup menjadi tempat transfer pengetahuan. Sebab informasi kini tersedia hampir tanpa batas,” sebutnya.
Ia menilai kampus harus menjadi ruang yang membentuk kemampuan mahasiswa dalam berpikir, memecahkan masalah, berinovasi, berkolaborasi, serta bertindak secara bertanggung jawab.
Menurutnya, tantangan pendidikan tinggi bukan hanya mengajarkan mahasiswa menggunakan AI, tetapi memastikan manusia tetap menjadi pengarah teknologi.
“AI harus memperkuat kapasitas manusia, bukan mengurangi integritas akademik, kreativitas dan tanggung jawab,” ujat anggota DPR RI yang menjabat sejak 2019 tersebut.
Lebih lanjut, Eva juga mengatakan momentum Indonesia Emas 2045 harus dimaknai sebagai cita-cita membangun bangsa yang maju dengan dukungan sumber daya manusia berkualitas, produktif, inovatif, dan berkarakter.
*(Megasari/Yustus)
