MATARAM, RESTORASITV.COM – Praktik judi sabung ayam atau gocekan dan judi bola adil di Kota Mataram NTB kembali menjadi sorotan. Meski telah didemo mahasiswa dan LSM serta diberitakan media, aktivitas ilegal itu disebut tetap beroperasi. Ironisnya praktek ini diduga di benkingi oleh oknum aparat penegak hukum.
Dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum kini mencuat. Seorang mantan perwira polisi berpangkat terakhir AKP berinisial AG membongkar adanya dugaan setoran uang gocekan dari bandar atau poko ke oknum polisi melalui kaki tangan di lapangan. Jaringan itu disebut telah terstruktur rapi dan berjalan lama.
“Gimana tidak tetap buka, karena satu lokasi gocekan saja diduga setorannya sebesar Rp14 juta per hari ke oknum polisi kali berapa lokasi gocekan” ujar AG saat diwawancara awak media, Selasa, 21 April 2026.
5 Lokasi, Puluhan Juta per Hari:
Menurut AG, sedikitnya ada 5 lokasi gocekan yang beroperasi setiap hari di wilayah hukum Polresta Kota Mataram, belum termasuk tempat lain di NTB. Jika ditotal, uang setoran dari praktik tersebut bisa mencapai puluhan juta rupiah per hari. Itu di luar dugaan setoran dari judi bola adil yang disebut marak tiap malam.
AG menyebut aliran dana itu diduga mengalir ke sejumlah oknum polisi dan kini informasinya mengarah pada “satu pintu” di oknum Polda NTB.
Kritik untuk Oknum, Bukan Institusi:
AG menegaskan kritiknya ditujukan pada oknum, bukan institusi kepolisian secara keseluruhan. “Saya tidak munafik sebagai mantan polisi dengan jabatan terakhir Kasatlantas. Tapi praktik tercela ini sudah keterlaluan sehingga harus dibongkar dan diluruskan demi perbaikan institusi. Yang bermasalah oknum polisinya, bukan institusi kepolisian,” tegasnya.
Ia juga menyebut salah satu bandar gocekan di Mataram diduga merupakan mantan anggota polisi. Menurutnya, pemberantasan judi harus dimulai dari pimpinan. “Anak buah hanya menjalankan perintah. Berantas dari atas, yang tidak beres pimpinannya,” kata AG.
Ajak Warga Viralkan Bukti:
AG meminta masyarakat tidak takut memviralkan bukti-bukti aktivitas gocekan di media sosial agar mendapat perhatian pemerintah pusat. “Jangan konfirmasi ke Kasat atau pimpinannya, percuma karena mereka juga diduga terima uang setoran gocekan. Lebih baik langsung diviralkan di medsos,” ujarnya.
Lokasi yang Disebut Masih Beroperasi:
Dalam keterangannya, AG menyebut beberapa titik _gocekan_ di wilayah hukum Polresta Mataram yang diklaim masih beroperasi:
– Wantilan, Karang Siluman: Senin–Jumat, mulai pukul 13.00 WITA sampai selesai
– Sindu, Punie: Setiap malam mulai pukul 20.00 WITA sampai selesai
– Karang Medain: Setiap hari mulai pukul 15.00 WITA sampai selesai
– Panerage: Sabtu–Minggu dengan sistem tiket masuk
– Lingsar: Setiap hari mulai pukul 15.00 WITA sampai selesai
Desak KPK dan Mabes Turun Tangan:
AG mendorong KPK dan Mabes Polri menyelidiki dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik perjudian di Kota Mataram. Ia menilai praktik ini tak hanya merusak moral masyarakat, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap penegak hukum.
AG menyatakan rekam dan beritakan apa yang saya sampaikan ini agar Mabespolri dan publik tau dan saya tidak takut, tegasnya
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polresta Mataram maupun Polda NTB terkait tudingan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan dan perkembangan selanjutnya akan disampaikan.
Masyarakat yang memiliki informasi atau bukti terkait aktivitas perjudian dapat melaporkannya melalui layanan pengaduan resmi Polri di 110 atau aplikasi Dumas Presisi. *(rtv_**)
