SULSEL, RESTORASITV.COM – Ketua Umum Pengurus Nasional Perkumpulan Senior (PNPS) GMKI, William Sabandar akan melantik Pengurus Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) di Luwu Raya (Kabupaten Palopo, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur) periode 2026-2029.
Pelantikan nantinya akan digelar Minggu 28 Juni 2026 di Gedung Gereja Toraja Jemaat Eibenheiser Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Momentum pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan sebuah pernyataan sikap tentang reposisi peran senior GMKI dalam kancah pembangunan daerah dan nasional.
Adapun kepengurusan PCPS Kota Palopo 2026-2029 yakni, dipimpin oleh Ishak Gamaliel Pagalla, SH dan Dimas Paliling, SH, MH sebagai sekretaris.
Untuk Kabupaten Luwu, Ketua: Hiskia Djama, S.Pd, M.Pd dan Sekretaris Otto Gala. Kabupaten Luwu Utara, Ketua Ir. Jony Mesalangi dan Sekretaris Eddy T.A Pasapangan dan Luwu Timur Ketua, Dian Y. Patibang, Sekretaris Yulius, S.Kom
Ini Rumah Kita Bersama
S3kadar diketahui bahwa, ini perkumpulan Senior hadir untuk merajut kembali tiga pilar utama yakni spiritual, historikal, dan emosional senior GMKI.
GMKI, yang secara historis dikenal sebagai “laboratorium pengabdian”, telah melahirkan ribuan tokoh yang mewarnai perjalanan Indonesia—dari birokrasi, akademisi, hingga aktivis kemanusiaan dan ragam profesi lainnya lintas generasi.
Nah kalimat dari William Sabandar di Makassar bulan Maret 2026 menegaskan bahwa, perkumpulan senior tidak menjadi sekadar kumpulan memorial masa lalu.
Perkumpulan Senior ini harus menjadi wadah yang menghidupkan kembali idealisme dan produktivitas lewat tindakan nyata di profesi masing-masing.
Ketum PNPS GMKI, William Sabandar mengatakan bahwa, kekuatan seluruh Senior GMKI sangat besar jika dikelola dengan pendekatan yang efektif dan produktif, menghilangkan sekat-sekat yang ada.
“Patut kita sadari, GMKI dan Senior GMKI adalah wadah dengan kekuatan besar. Ini kekuatan besar yang sangat efektif untuk memberikan partisipasi bagi kemajuan bangsa, masyarakat dan gereja,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi IT dan digital ke dalam organisasi. Di era saat ini, IT bukan lagi sebagai pilihan, melainkan keharusan. Batasan jarak dan geografis bukan lagi menjadi penghalang dalam melakukan kolaborasi antara Senior GMKI yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air dan Mancanegara. Termasuk dalam penyebarluasan gagasan, narasi serta aksi konkret yang dilakukan Senior GMKI di beragam kini profesi.
Ia berharap nantinya, setelah PCPS GMKI di Luwu Raya dapat menjalankan amanah untuk membangun fondasi persekutuan yang saling menghidupkan.
Selain para senior bisa kembali merasakan ikatan dengan “rumah lama”-nya, yaitu GMKI, Perkumpulan Senior secara ideal dapat menjadi mitra strategis bagi mahasiswa anggota GMKI yang masih aktif.
Di empat Kabupaten di Luwu Raya haruslah menjadi “Rumah Besar” yang nyaman bagi seluruh senior di segala tingkatan, lintas generasi, lintas asal cabang, lintas profesi dan lintas eksistensi.
*(Megasari/Yustus)
