SULSEL, RESTORASITV.COM – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Makassar Sanctus Albertus Magnus secara resmi melaksanakan kegiatan Serah Terima Jabatan dan Pelantikan Pengurus Cabang Periode 2026/2027.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Keuskupan Agung Makassar pada Jumat, 27 Juni 2026 kemarin, dan menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan serta keberlanjutan roda organisasi.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari mekanisme organisasi untuk (memastikan kesinambungan kepengurusan dari periode sebelumnya kepada kepengurusan yang baru.
Serah terima jabatan tidak hanya dimaknai sebagai proses administratif, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, organisatoris, dan kaderisasi dalam tubuh PMKRI Cabang Makassar Sanctus Albertus Magnus.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus demisioner, pengurus baru, anggota biasa, anggota penyatu, senior PMKRI, serta undangan yang turut memberikan dukungan terhadap proses regenerasi organisasi. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa PMKRI Cabang Makassar tetap menjadi ruang bersama bagi mahasiswa Katolik untuk bertumbuh dalam semangat persaudaraan, intelektualitas, spiritualitas, dan keberpihakan sosial.
Pengurus baru diharapkan mampu melanjutkan kerja-kerja organisasi yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya, sekaligus menghadirkan pembaruan yang relevan dengan tantangan zaman, dinamika kemahasiswaan, kehidupan Gereja, serta realitas sosial masyarakat.
Ketua PMKRI Cabang Makassar, Michael Angelo Tandiayuk menyampaikan bahwa, amanah kepengurusan merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kesadaran, komitmen, dan keberpihakan pada nilai-nilai organisasi.
Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar peralihan jabatan, tetapi merupakan awal dari proses pengabdian yang menuntut kerja kolektif seluruh kader. Iapun menegaskan bahwa, kepengurusan baru akan berupaya memperkuat kaderisasi, meningkatkan kualitas gerakan organisasi, serta menjaga PMKRI sebagai rumah pembinaan bagi mahasiswa Katolik di Kota Makassar julukan Anging Mammiri.
“Pelantikan ini bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang bagaimana seluruh kader mengambil bagian dalam menjaga marwah organisasi. Kami berkomitmen untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan PMKRI, memperkuat solidaritas kader, serta menghadirkan gerakan yang kritis, solutif, dan berlandaskan nilai kekatolikan,” sebut Michael.
Sementara itu, Ketua Presidium demisioner, Alexander Edison, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dan pihak-pihak yang telah mendukung perjalanan kepengurusan sebelumnya. Ia menyebut bahwa setiap periode kepengurusan memiliki tantangan dan dinamika tersendiri, sehingga pengurus baru perlu memiliki keteguhan sikap, kemampuan bekerja sama, serta keberanian untuk terus belajar.
Ia juga berharap agar kepengurusan baru tidak hanya mempertahankan program-program yang telah berjalan, tetapi juga mampu membaca kebutuhan kader dan menjawab tantangan organisasi secara lebih kreatif.
Menurutnya, PMKRI harus terus hadir sebagai organisasi kader yang tidak berhenti pada rutinitas internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan gereja.
Kegiatan serah terima jabatan dan pelantikan ini juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader PMKRI Cabang Makassar. Regenerasi kepemimpinan dipandang sebagai proses penting untuk menjaga kesinambungan organisasi, memperkuat semangat kaderisasi, serta memastikan bahwa nilai-nilai PMKRI tetap hidup dalam setiap dinamika zaman.
Sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan, PMKRI memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa Katolik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, spiritualitas, kepekaan sosial, dan keberanian moral.
Oleh karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi penggerak yang menghidupkan kembali semangat diskusi, kaderisasi, pelayanan, advokasi, dan keterlibatan sosial di tengah masyarakat.
” Dan melalui kepengurusan baru, periode 2026/2027, PMKRI Cabang Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah pembinaan mahasiswa Katolik yang beriman, berilmu, kritis, dan berjiwa sosial,” ujar Alexander.
Organisasi ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan Gereja, alumni, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai elemen masyarakat dalam membangun gerakan yang berorientasi pada kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan, agar kepengurusan baru dapat menjalankan amanah organisasi secara bertanggung jawab. Semangat persaudaraan, loyalitas, dan pengabdian menjadi dasar penting bagi PMKRI Cabang Makassar dalam melangkah menuju periode kepengurusan yang lebih solid, progresif, dan berdampak.
Dengan terlaksananya kegiatan serah terima jabatan dan pelantikan ini, PMKRI Cabang Makassar resmi memulai masa baktinya. Momentum ini menjadi panggilan bagi seluruh kader untuk terus menjaga api perjuangan organisasi dan mengambil bagian dalam membangun kehidupan mahasiswa, Gereja, masyarakat, dan bangsa.
*(Megasari/Yustus)
