RESTORASITV.COM – Didalam kehidupan kita ini , semua orang menginginkan perjalanan hidupnya dalam keadaan baik-baik saja namun kadang ada sesuatu hal yang terjadi diluar dugaan kita yang tak pernah kita inginkan dan bahkan tidak pernah dibayangkannya
Apa yang kita alami sehari-hari antara baik dan buruk tanpa disadari suka atau tidak itu adalah bagian dari ujian , sejauhmana kepedulian dan kepekaan kita terhadap lingkungan serta hubungan kita terhadap sesama .
Cerminan pribadi seseorang dapat dilihat dari apa yang mereka ucapkan dan apa yang mereka lakukan sehari-hari.
Salah satu peristiwa yang mengusik ketengan jiwa warga dan pegawi Bank BRI adalah teriakan dan rintihan seorang korban laka lantas yang terjadi tepat di depan kantor BRI Unit Desa Bulu Mario , kecamatan sarudu pada 05/05/2026 tepatnya pada jam 16.30 wita.
Kejadian Laka lantas itu telah mengundang kerumunan dan keprihatinan warga sekitar karena salah satu dari korban terlempar & terluka parah di kepala dengan bersimbah D4r4h dan tak satupun warga yang berani menyentuhnya bukan karena tidak mau tetapi sebagian warga merasa takut dan sebagiannya lagi seperti terhipnotis terperangah seperti kehilangan akal atas apa yang dilihatnya karena kejadian laka lantas itu terlalu cepat untuk diilustrasikan.
Disetiap peristiwa/ kejadian yang tidak masuk akal Tuhan tidak pernah lupa atau lalai selalu ada saja yang diutusny sebagai penyelamat hamba-Nya apakah berupa benda ataupun makhluk lainnya.
Disaat semua dalam keadaan panik seorang karyawan Bank Rakyat Indonesia Unit Bulu Mario bernama ARFAN MUHAMMAD tanpa berfikir panjang secara spontan membuka baju yang dipakainya untuk menutup (membungkus) kepala korban yang bersimbah darah yang terlihat sudah tidak utuh itu.
Melihat apa yang dilakukan oleh karyawan Bank BRI tersebut Warga Desa Bulu Mario dan yang melihatnya tak henti-hentinya memuji sikap mulianya tanpa melihat dirinya sedang telanjang dada atau tidak bahkan Netizen di Media sosial pun ramai menyebutnya sebagai Dewa Penyelamat.
,” Ini namanya melayani dengan hati bukan hanya masalah uang tetapi melayani kepada siapa saja yang lagi membutuhkan pertolongannya ,” Puji warga yang berkerumun.
Seorang pegawai yang selalu melayani publik dengan tulus ikhlas baik instansi Pemerintah ataupun BUMN seharusnya bersikap seperti itu dan tidaklah merasa rugi jika atasan memperhatikan dan mempertimbangkan atas kinerja yang dilakukan dalam pengabdiannya.
Sebagai makhluk sosial yang senantiasa tidak dapat mencukupi dirinya sendiri tanpa orang lain maka seharusnya kita semu bersikap demikian karena bisa jadi Tuhan juga akan menguji kita ditempat yang lain. *(rtv_H.M)
