SULSEL, RESTORASITV.COM – Credit Union Sauan Sibarrung (CUSS) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup para aktivis/sangayoka dan pande. Pembekalan ini yakni pelatihan krusial untuk menyamakan visi, memperkuat tata kelola lembaga dan meningkatkan keterampilan pengelolaan keuangan.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui pembekalan Sangayoka (aktivis) dan Pande yang digelar di Aula Gedung Lantai 4 (empat) Kantor Pusat Credit Union Sauan Sibarrung (CUSS), Mandetek, Kelurahan Tambunan, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (16/7/2026).
Kegiatan pembekalan ini langsung fasilitator dipimpin Penasehat CUSS, Pastor Fredy Rante Taruk, Pr.
Dalam pembekalan sangayoka dan pande CUSS menekankan pentingnya perannya sebagai pilar utama dalam mendorong pemberdayaan anggota secara sosial, ekonomi, dan lingkungan/teritori.
Serta dengan methode ABCD bukan hanya soal mendampingi masyarakat menyelesaikan masalqh, tetapi juga mengangkat potensi yang sudah ada.
Dengan menggabungkan pendekatan Problem Solving dan Appreciative Inquiry, serta memahami tahapan 4D, pemetaan aset, dan konsep seperti Analisa Ember Bocor, para sangayoka dan pande dibekali untuk menjadi fasilitator yang mampu menggerakkan perubahan yang berkelanjutan dan berbasis kekuatan lokal.
Pastor Fredy, penasehat CUSS menegaskan dalam pemaparannya bahwa, peran Sangayoka dan Pande sangat penting dalam membangun komunitas yang berdaya dan mandiri.
Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan anggota sangat bergantung pada kemampuan para aktivis ini untuk mendampingi dan memotivasi anggota agar terus berkembang.
“Melalui pembekalan ini, para Sangayoka dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mendampingi anggota, baik secara individu maupun kelompok,” ujarnya.
Pastor Fredy menambahkan, semua perubahan positif dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan memberi motivasi kepada sangayoka/pande bahwa, kita ini orang-orang baik, kita ingin menolong/membantu orang lain menjadi orang-orang baik.
Kata dia, ketika SDM memiliki kualifikasi yang tinggi, loyalitas dan pengabdian kepada masyarakat juga akan meningkat.
“Inilah kunci untuk membangun komunitas yang tangguh dan mandiri,” terang penasehat CUSS.
Menurutnya, CUSS berkomitmen untuk mewujudkan komunitas yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini dilakukan dengan memadukan pemberdayaan sosial, ekonomi, dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan anggota.
Pembekalan ini juga menyoroti pendekatan berbasis komunitas teritori, di mana pemberdayaan dilakukan sesuai dengan kebutuhan spesifik wilayah. Anggota didorong untuk memanfaatkan potensi lokal dan mengembangkan usaha kecil menengah yang mampu bersaing di pasar.
Tidak hanya itu, pembekalan ini juga mencakup edukasi tentang teknologi dan inovasi.
Pastor Fredy menekankan bahwa teknologi adalah alat penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha anggota.
“Dengan penguasaan teknologi, anggota dapat bertransformasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” imbuhnya.
Melalui pembekalan ini, CUSS berharap para Sangayoka dan Pande memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka.
“Dengan keselarasan visi dan misi, kami yakin kualitas hidup anggota CUSS akan semakin meningkat,” ujarnya.
CUSS juga mendorong para anggota untuk memperhatikan rantai nilai ABCD (Asset-Based Community Development) dalam setiap usaha yang dijalankan. Pendekatan ini bertujuan untuk memanfaatkan aset lokal sebagai sumber daya utama dalam pembangunan.
*(Megasari/Yustus)
